Data Jumlah Pengangguran di Indonesia Menurut Provinsi

‘Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2017, susuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu sebanyak 7,01 juta orang. Daerah dengan jumlah pengangguran terbanyak yakni di Jawa Barat, sebesar 1,8 juta penduduk. Tingginya angka pengangguran di sejumlah provinsi ini karena merupakan daerah-daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia’

PENGANGGURAN adalah salah satu masalah elementer pembangunan setiap bangsa. Agar produktivitas dan pendapatan penduduk senantiasa meningkat, pengangguran harus ditekan. Jumlah pengangguran di Indonesia sendiri pada Februari 2017, susuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu sebanyak 7,01 juta orang.

Angka tuna karya ini turun 20 ribu dibanding tahun 2016, yaitu 7,03 juta penduduk. Sedangkan mereka yang memiliki pekerjaan berjumlah 118 juta dari 125 juta penduduk angkatan kerja. Persentase pengangguran Indonesia pada tahun 2016 yaitu 5,61 persen.

BACA JUGA: Persentase Jumlah Pengangguran di Indonesia Tahun ke Tahun

Provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak yakni di Jawa Barat, sebesar 1,8 juta penduduk. Lalu Jawa Timur 839 ribu, Jawa Tengah 801 ribu, Banten 498 ribu, DKI Jakarta 317 ribu, dan Riau 222 ribu. Tingginya angka pengangguran di sejumlah provinsi ini karena merupakan daerah-daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Sementara itu, provinsi dengan jumlah pengangguran paling sedikit adalah Kalimantan Utara 15 ribu, Bangka Belitung 18 ribu, Maluku Utara 21 ribu, Bengkulu 32 ribu, Sulawesi Tenggara 34 ribu, Bali 46 ribu, dan Sulawesi Tengah 49 ribu.

Akan tetapi, walaupun banyak jumlah penganggur, tetapi dari segi persentase pengangguran, provinsi-provinsi ini belum tentu tertinggal dan kalah saing dibanding daerah lain. Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Aceh, dan Papua Barat adalah daerah dengan persentase pengangguran tertinggi di Indonesia.

Pengangguran biasanya dipicu karena jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Selain itu, tidak adanya penyerapan optimal penyedia pekerjaan terhadap angkatan kerja.

BACA JUGA: Perantau Indonesia Menurun, Banyak Pilih Kampung Halaman

Penyebab pengangguran juga bermacam-macam. Seperti pengangguran friksional karena adanya kesulitan mempertemukan pihak yang butuh tenaga kerja dengan pencari kerja. Lalu pengangguran struktural karena penganggur tidak mampu memenuhi persyaratan lapangan kerja.

Selanjutnya pengangguran teknologi yang disebabkan perusahaan yang mengganti  tenaga manusia dengan teknologi. Pengangguran kiknikal karena adanya ketidakmampuan menampung pekerja. Kemudian pengangguran musiman akibat siklus yang tak menentu karena pergantian musim. Masalah ini biasa terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasa dialami para petani dan nelayan.(red)

DOWNLOAD DATA 16

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*