Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri

‘Hampir seluruh TKI tersebar di kawasan Asia Pasifik dan Amerika. Jumlah TKI di Asia Pasifik menembus 212.247 jiwa. Kemudian Timur Tengah dan Afrika 20.230. Sedangkan di kawasan Eropa, berjumlah 1.974. Di Eropa sendiri, TKI paling banyak terkumpul di Negeri Pizza Italia sebanyak 851 penduduk dan Spanyol 126’

PENDUDUK Indonesia telah berdiaspora hampir di seluruh penjuru dunia. Menurut data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri pada tahun 2016 adalah sebanyak 234.451 penduduk.

Negara dengan jumlah TKI terbesar tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ya, siapa lagi kalau bukan negara tetangga dan serumpun; Malaysia. Jumlah TKI di negeri Jiran berjumlah 87.598.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Tahun 2017

Di tempat kedua adalah Taiwan. Jumlah TKI di negeri Formosa itu mencapai 77.087 jiwa. Berikutnya TKI terbanyak di luar negeri yaitu Singapura 17.700, Hongkong 14.434, Arab Saudi 13.538, Brunai Darussalam 8.152, dan Korea Selatan 5.912.

Hampir seluruh TKI tersebar di kawasan Asia Pasifik dan Amerika. Jumlah TKI di Asia Pasifik menembus 212.247 jiwa. Kemudian Timur Tengah dan Afrika 20.230. Sedangkan di kawasan Eropa, berjumlah 1.974. Di Eropa sendiri, TKI paling banyak terkumpul di Negeri Pizza Italia sebanyak 851 penduduk dan Spanyol 126.

Dari sisi jenis kelamin, jumlah TKI perempuan jauh lebih banyak ketimbang laki-laki. Yaitu 145.392 perempuan dan 89.059 laki-laki. Di Malaysia, jumlah TKI laki-laki berjumlah 48.309. Lebih banyak ketimbang perempuan sebesar 39.289.

Negara dengan persentase jumlah TKI perempuan begitu menonjol yaitu di Singapura, Taiwan, UEA, Oman, dan Yordania. Sementara di pihak laki-laki, paling banyak di Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Italia, Spanyol, dan Jerman.

BACA JUGA: Data Jumlah Pengangguran di Indonesia Menurut Provinsi

Di negara-negara tersebut, disinyalir kebanyakan TKI perempuan adalah pembantu rumah tangga. Sementara laki-laki banyak yang diduga bekerja di perusahaan.

Pada kuartal satu, atau Januari sampai dengan April 2017, BNP2TKI telah memfasilitasi penempatan TKI ke luar negeri sebanyak 66.714 orang.

TKI yang sudah kawin masih mendominasi keseluruhan jumlah TKI. Yaitu 34.153 orang atau 51 persen. Sedangkan yang belum kawin 27.343 atau 41 persen. Delapan persen atau 5.218 orang berstatus cerai.

Dari segi pendidikan, TKI yang luluan SD terus turun menjadi 26 persen. Kemudian sebanyak 3 persen orang berpendidikan perguruan tinggi. Menandakan makin banyak masyarakat Indonesia yang melalui jalur resmi.

BACA JUGA: Rata-rata Gaji Pekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Tahun 2017

BNP2TKI sendiri menerima 1.743 aduan kasus. Pengaduan terbanyak yaitu soal permintaan pulang 203 kasus, 156 kasus gaji tidak dibayar, over stayers 134 kasus, gagal berangkat 124 kasus, sakit 102 kasus, PHK 101 kasus, pekerjaan tidak sesuai perjanjian 60, dan putus komunikasi 70 aduan.

Malaysia paling banyak diadukan, yakni 570 aduan. Lalu Saudi Arabia 421, Taiwan 247, UEA 102, Singapore 73, Brunai Darusalam 51, dan Singapore 37 kasus.

Walaupun pertumbuhan ekonomi regional dan global melambat, permintaan TKI di kawasan Asia Pasifik masih tinggi. Terutama di Asia seperti Malaysia, Hong Kong, Singapore, Taiwan, dan Brunai Darussalam.(*)

DOWNLOAD DATA

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*