Penyebab Kemiskinan di Jawa Barat Tahun 2017

BPS JAWA BARAT

Beras menjadi komoditi urutan pertama penyumbang terbesar garis kemiskinan pada Maret 2017 di Jawa Barat. Posisi kedua terbesar sebagai penyumbang garis kemiskinan adalah rokok kretek filter’

JUMLAH penduduk miskin Jawa Barat pada Maret tahun 2017 mencapai 4.17 juta jiwa atau 8.71 persen. Jika dilihat dalam kurun waktu setahun, yaitu Maret 2016 hingga Maret 2017, terjadi penurunan senilai 0.24 persen. Lantas apa yang menjadi penyebab kemiskinan di Jawa Barat?

Nah, untuk menjawab itu, ada baiknya mengetahui di mana angka kemiskinan Jawa Barat secara nasional. Jika dibandingkan dengan angka persentase penduduk miskin Indonesia, posisi Jawa Barat pada Maret 2017 rupanya berada di bawah angka nasional.

BACA JUGAJumlah Penduduk Miskin Jawa Barat Menurut Kabupaten Kota 2017

Ini cukup baik. Karena jika dilihat dari urutan persentase penduduk miskin yang terkecil, Provinsi Jawa Barat menempati urutan ke-16. Adapun persentase penduduk miskin yang terendah di Indonesia ditempati Provinsi DKI Jakarta dengan angka 3,77 persen. Sedangkan yang terbesar yaitu Provinsi Papua dengan 27,62 persen.

Jika dilihat dan provinsi yang ada di Pulau Jawa, persentase penduduk miskin Provinsi Jawa Barat menempati posisi ketiga terkecil setelah DKI Jakarta dan Banten.

BACA JUGAPersentase Penduduk Miskin Kabupaten Kota Jawa Barat

Menurut BPS Jawa Barat, penurunan persentase penduduk miskin cenderung melambat dan 8,77 persen pada September 2016 menjadi 8,71 persen pada Maret 2017. Salah satunya disebabkan karena adanya penurunan harga beras kualitas rendah di tingkat penggilingan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa lebih mudah untuk memperoleh beras.

Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas rendah di tingkat petani mengalami kenaikan Rp 345.68,- per kg yang memberikan keuntungan lebih bagi para petani yang pada umumnya berpenghasilan rendah.

BACA JUGAJumlah Penduduk Jawa Barat Terbaru

Penurunan persentase kemiskinan yang rendah ini (0,06 persen), disinyalir BPS, karena program pemerintah di bidang ekonomi masih menemui beberapa kendala. Hal ini digambarkan dan data makro ekonomi yang tidak mendukung penurunan persentase penduduk miskin yang signifikan.

Di antaranya inflasi secara umum September 2016 — Maret 2017 Jawa Barat sebesar 2,21. Dan adanya penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 1,78 poin dan 104,15 pada September 2016 menjadi 102,37 pada Maret 2017. Dan laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat selama September 2016—Maret 2017 melambat 0,71 persen.

Kajian BPS, peranan komoditi makanan memberikan pengaruh besar terhadap kemiskinan di Jawa Barat. Jauh lebih dominan dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Loading...

BACA JUGAPenduduk Miskin Tertinggi di Indonesia Tahun 2017

Beras menjadi komoditi urutan pertama penyumbang terbesar garis kemiskinan pada Maret 2017. Di perkotaan, beras mencapai angka 23,20 persen. Sedang di pedesaan bisa mencapai 28,15 persen. Hal ini dikarenakan makanan utama dan sebagian besar penduduk Indonesia adalah beras. Sehingga menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas harga beras.

BPS JAWA BARAT

Posisi kedua terbesar sebagai penyumbang Garis Kemiskinan adalah rokok kretek filter. Kondisi ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun perdesaan. Sebenarnya kalau dilihat makanan yang menghasilkan kalori, rokok kretek tidak termasuk dalam hal ini. Hanya saja, karena rokok kretek banyak dikonsumsi penduduk miskin, maka dimasukkan dalam menghitung Garis Kemiskinan.

Untuk komoditi selanjutnya, terdapat perbedaan antara perkotaan dan perdesaan. Di perkotaan, daging ayam ras menempati urutan ketiga dengan 4,47 persen menyumbang Garis Kemiskinan. Komoditi yang menyumbang Garis Kemiskinan selanjutnya di perkotaan adalah telur ayam ras (4,02 persen) dan mie instan (3,11 persen).

Sedangkan di perdesaan, komoditi selanjutnya setelah rokok kretek adalah roti (3,68 persen), diikuti telur ayam ras (3,17 persen) dan daging ayam ras di urutan kelima dengan 3,05 persen.

Selanjutnya untuk komoditi bukan makanan. Pemberi sumbangan terbesar kemiskinan di daerah kota yaitu perumahan sebesar 9,43 persen. Lalu bensin 3,79 persen. listrik 3,06 persen. Pendidikan 2,02 persen. Dan angkutan sebesar 1,96 persen.

BACA JUGAPenyebab Kemiskinan di Indonesia 2017, Rokok Urutan Dua

Adapun, lima komoditi bukan makanan sebagi penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di desa yakni perumahan 9,11 persen. Pendidikan 1,26 persen. Listrik 1,82 persen. Bensin 2,31 persen. Lalu angkutan 1,15 persen.(tmt)

DOWNLOAD DATA

1 Trackback / Pingback

  1. Angka Kemiskinan Tinggi, Jabar Butuh Pemimpin Bervisi - Rahmawati Dzaelani

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*