Infrastruktur Jalan di Jawa Timur Terus Membaik

‘Kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran kelebihan muatan adalah kendaraan dengan golongan I yaitu sekitar 61,75 persen. Diikuti kendaraan golongan III, IV dan II, masing-masing sebesar 19,48 persen, 11,07 persen dan 7,69 persen

INFRASTRUKTUR memiliki peran yang sangat penting dalam sistem perekonomian. Semakin baik keadaan infrastruktur, semakin baik pula pengaruhnya terhadap keadaan ekonomi. Nah, lantas bagimana kondisi infrastruktur jalan di Jawa Timur?

Infrastruktur memang merupakan urat nadi perekonomian, yang menentukan lancar atau tidaknya kegiatan perekonomian. Demi mendukung lancarnya trasportasi jalan raya Pemerintah Jawa Timur menyediakan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 1.420,5 km.

BACA JUGAInflasi di Jawa Timur Tahun 2012-2016

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2016, dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sekitar 49,23 persen dengan kondisi baik. Sedangkan 39,67 persen dengan kondisi sedang. Kondisi jalan rusak ringan sebesar 9,95 persen dan hanya 1,15 persen dalam kondisi rusak berat.

BACA JUGAJumlah Pemeluk Agama di Jawa Timur Tahun 2016

Loading...

Seiring dengan semakin meningkatnya volume kendaraan (pribadi dan umum), maka diperlukan usaha untuk  memperbaiki  infrastruktur  pendukung transportasi ini.

Sementara itu, Jawa Timur mempunyai sebanyak 2.520 gorong-gorong dengan panjang 24.923 meter. Gorong-gorong dengan berkondisi baik sebanyak 77,7 persen. Kondisi rusak sedang sebanyak 21 persen dan hanya sekitar 1,3 persen yang mengalami rusak berat.

BACA JUGAKualitas Ekonomi Nelayan Jawa Timur Semakin Membaik

Jembatan yang dalam kondisi baik adalah sebanyak 929 unit (92,2 persen) atau sepanjang 10.019 meter. Jembatan dalam kondisi rusak ringan sebanyak 66 unit (7,8 persen) atau sepanjang 851 meter.

Kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran kelebihan muatan adalah kendaraan dengan golongan I yaitu sekitar 61,75 persen. Diikuti kendaraan golongan III, IV dan II, masing-masing sebesar 19,48 persen, 11,07 persen dan 7,69 persen.

Dari 18 jembatan timbang tercatat 1.121.203 unit kendaraan yang melakukan pelanggaran kelebihan muatan. Yang dikategorikan sebagai pelanggaran ringan, sedang dan berat menurut golongan kendaraan I, II, III, dan IV.

Pelanggaran terbanyak adalah kendaraan yang melalui Jembatan Timbang Sedarum, yaitu sebanyak 212.107 unit kendaraan. Dan yang paling sedikit adalah kendaraan yang melalui Jembatan Timbang Klakah dengan jumlah kendaraan 9.405 unit.

BACA JUGAJumlah Penduduk Jawa Timur Terbaru

Pada tahun 2016 jumlah penumpang kereta api melalui stasiun keberangkatan yang berada di wilayah operasi DAOP VIII Surabaya sebanyak 8.532.295 orang. Jumlah penumpang terbanyak adalah penumpang yang berangkat dari stasiun yang ada di Kota Surabaya sebanyak 4.350.254 orang.

Angkutan kereta api masih menjadi angkutan favorit bagi masyarakat Jawa Timur, terutama angkutan kereta api lokal/ jarak dekat. Karena semakin tertib dengan pelayanan yang baik , di antaranya ticketing dengan sistim booking seperti yang diberlakukan pada moda pesawat terbang, tidak diperkenankan lagi pedagang asongan mendekat Kereta Api, dll.(tmt)

SUMBER: BPS JAWA TIMUR

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*