Fasilitas Kesehatan di Jawa Timur Tahun 2016

‘Ini  mengindikasikan Pemerintah Daerah Jawa Timur sangat serius dalam meningkatkan program peningkatan kesehatan bagi masyarakat. Membaiknya kondisi kesehatan di Jawa Timur disebabkan oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat Jawa Timur akan pentingnya menjaga kesehatan dalam keluarga’

JAWA Timur dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia yaitu sebesar 39,3 juta jiwa. Untuk itu, fasilitas kesehatan di Jawa Timur yang memadai sangatlah vital keberadaannya. Apalagi ketersediaan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari syarat hidup layak.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, pada tahun 2016, tercatat jumlah rumah sakit sebanyak 371 unit dan puskesmas sebagai balai kesehatan sebanyak 960 unit yang menyebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

BACA JUGAPendidikan di Jawa Timur, Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru Tahun 2016

Selain itu fasilitas kesehatan lainnya seperti posyandu dan Polindes juga memegang peranan penting. Jumlah posyandu di Jawa Timur cukup besar yaitu sebesar 46.598 unit, yang semuanya binaan Dinas Kesehatan dengan perangkat desa setempat.

Sedangkan jumlah Polindes di Jawa Timur sebanyak 4.711 unit atau meningkat 7,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kepedulian masyarakat Jawa Timur terhadap keselamatan kelahiran bayi sangat tinggi.

Pada tahun 2016 kelahiran bayi yang penolong pertama dilakukan oleh dokter, tenaga medis dan bidan sebanyak 97,04 persen. Sedangkan yang masih dilakukan oleh dukun, famili dan penolong non medis lainnya sekitar 2,96 persen.

BACA JUGAJumlah Pemeluk Agama di Jawa Timur Tahun 2016

Pada tahun 2016 balita yang mendapatkan imunisasi lengkap sebesar 65,94 persen atau turun 8 persen dibanding tahun lalu. Sementara, angka kematian bayi di Jawa Timur pada tahun 2016 tercatat sebesar 23,60 per  seribu  kelahiran  hidup.

Ini  mengindikasikan Pemerintah Daerah Jawa Timur sangat serius dalam meningkatkan program peningkatan kesehatan bagi masyarakat.

Membaiknya kondisi kesehatan di Jawa Timur disebabkan oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat Jawa Timur akan pentingnya menjaga kesehatan dalam keluarga.

Hal di dapat dilihat dari pemanfaatan jasa tenaga medis kesehatan oleh masyarakat Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin banyak. Selain itu juga karena ditunjang oleh berbagai program kesehatan oleh  Pemerintah Daerah Jawa Timur hingga mencapai pelosok-pelosok atau pedalaman.

Program kesehatan itu meliputi pengiriman jasa tenaga medis dan menyediakan sarana kesehatan seperti puskesmas, poliklinik dan pustu.

Loading...

Di samping itu untuk mengurangi terjadinya kematian khususnya pada bayi yang dilahirkan, dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada tenaga kesehatan tradisional seperti dukun bayi dan dukun pijat.

BACA JUGAInfrastruktur Jalan di Jawa Timur Terus Membaik

Di Jawa Timur, pemanfaatan dukun bayi untuk penolong kelahiran anak relatif masih banyak, terutama di daerah Tapal Kuda (wilayah Madura dan pantai utara Jawa Timur bagian timur) dan di daerah-daerah pelosok yang jauh dari sarana kesehatan.

Di Jawa Timur telah terjadi penurunan angka kematian bayi dari 25 kasus dalam 1000 kelahiran anak di tahun 2012 menjadi 23,6 kasus di tahun 2016. Umumnya kematian bayi ini terjadi di daerah yang sangat jauh dari sarana kesehatan.

Penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai program kesehatan pemerintah yang berjalan dengan baik. Kesehatan ibu merupakan hal lain yang memberikan resistensi kematian bayi. Kecukupan gizi merupakan syarat mutlak bagi ibu hamil.

BACA JUGAJumlah Kursi DPRD Jawa Timur, Daftar Partai Peraih Kursi

Dinas Kesehatan berupaya mengurangi kasus kematian bayi saat dilahirkan salah satunya dengan mengoptimalkan program BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak), termasuk program melahirkan gratis di puskesmas dan rumah sakit bagi keluarga miskin.(tmt)

SUMBER: BPS JAWA TIMUR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*