Kebutuhan Listrik di Jawa Timur

Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang surplus listrik. Beberapa Negara tetangga seperti Thailand dan China tertarik berinvestasi di Jawa Timur karena ketersediaan energi listrik yang cukup baik’

LISTRIK merupakan sektor yang sangat vital. Dari tahun ke tahun kebutuhan listrik meningkat seiring meningkatnya permintaan listrik di seluruh sektor ekonomi. Kebutuhan listrik di Jawa Timur dengan potensi industri yang tinggi, dapat dipenuhi dengan baik .

Produksi listrik pada tahun 2016 mencapai 35,08 juta MWh, atau naik 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Dibandingkan tahun 2011, produksi listrik sudah mengalami kenaikan 34,1 persen.

BACA JUGAAwas Kekurangan Gizi! Ini Konsumsi Protein Penduduk Jawa Timur

Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang surplus listrik. Kelebihan persediaan listrik dimanfaatkan Gubernur mengajak investor asing untuk berinvestasi di Jawa Timur. Beberapa Negara tetangga seperti Thailand dan China tertarik berinvestasi di Jawa Timur karena ketersediaan energi listrik yang cukup baik.

BACA JUGAJumlah Pemeluk Agama di Jawa Timur Tahun 2016

Konsumsi listrik terbanyak terserap untuk keperluan industri sebesar 13,8 juta MWh atau 42 persen. Terbanyak kedua terserap untuk keperluan rumah tangga sebesar 13 juta MWh atau 39 persen, dan terbanyak ketiga terserap untuk keperluan usaha dan hotel sebanyak 4,1 juta MWh atau 13 persen.

Untuk keperluan sosial terserap konsumsi listrik sebesar 1 juta MWh atau sebesar 3 persen. Penggunaan lainnya terserap untuk keperluan penerangan jalan, dan gedung/kantor masing-masing sebesar 355,4 ribu MWh (1 persen) dan 585,5 ribu (2 persen).

BACA JUGAJumlah Perusahaan Konstruksi di Jawa Timur

Jumlah pelanggan terbanyak tercatat di kantor cabang Kediri sebesar 1,09 juta pelanggan, kantor cabang Mojokerto sebesar 1,09 juta pelanggan dan kantor Malang sebesar 1,05 juta pelanggan. Pelanggan kantor cabang Surabaya (Selatan, Utara dan Barat) tercatat sebesar 1,14 juta pelanggan.

Kontribusi keenam kantor cabang tersebut sebesar 41,4 persen. Pelanggan terkecil tercatat di kantor cabang Surabaya Barat dan Gresik masing-masing 244,78 pelanggan dan 333,93 pelanggan.

Dilihat dari daya terpasang menurut kantor cabang, tercatat terbesar di kantor cabang Surabaya Selatan atau 2,13 juta KVA, diikuti kantor cabang Mojokerto sebesar 1,73 juta KVA. Dari kedua kantor cabang itu memberikan peran sebesar 22,15 persen.

Loading...

BACA JUGAKesejahteraan Masyarakat Jawa Timur Makin Membaik

Daya terpasang terendah tercatat di kantor cabang Situbondo sebesar 315,8 ribu KVA diikuti kantor cabang Ponorogo sebesar 464,8 ribu KVA. Dilihat berdasarkan konsumsi listrik, kantor cabang Surabaya Selatan tercatat tertinggi sebesar 3,95 juta MWh, diikuti Mojokerto (3,7 juta MWh), Pasuruan (3,41 juta MWh) dan Sidoarjo (3,06 juta MWh).

BACA JUGAInfrastruktur Jalan di Jawa Timur Terus Membaik

Konsumsi listrik terkecil tercatat di kantor cabang Ponorogo dan Situbondo masing-masing 498,8 ribu MWh dan 638,2 ribu MWh. Ketersediaan listrik menjadi hal yang sangat krusial, mengingat listrik merupakan pendorong perekonomian wilayah.(tmt)

SUMBER: BPS JAWA TIMUR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*