Jumlah Penduduk Jawa Timur Tahun 2017

Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah bonus demografi dari sebaran penduduk dengan bentuk gentong terbalik. Penyediaan lapangan usaha untuk penduduk usia produktif harus dipertimbangkan oleh pemerintah daerah’

DARI tahun ke tahun jumlah penduduk Jawa Timur meningkat, dan mencapai 39,29 juta jiwa pada tahun 2017 atau mempunyai pertumbuhan penduduk 0,56 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut BPS Jawa Timur, Dari total penduduk, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 19,4 juta jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 19,9 juta jiwa atau mempunyai sex ratio sebesar 97,5. Artinya, setiap 100 penduduk perempuan terdapat 97-98 penduduk laki-laki.

Pada tahun 2017 kepadatan penduduk Jawa Timur meningkat 4 poin dibanding tahun sebelumnya atau mencapai 819 jiwa per km 2 . Sekitar 7,3 persen penduduk Jawa Timur tinggal di Surabaya, terbanyak dibanding  kabupaten/kota  lainnya.

Kepadatan penduduk di Surabaya juga tertinggi lebih dari 8.600 jiwa per km 2 . Penyediaan lapangan usaha yang cukup luas di Surabaya menarik penduduk kabupaten/kota lain untuk mengadu nasib di Surabaya.

BACA JUGA: PDRB Jawa Timur Alami Peningkatan

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka ketergantungan penduduk Jawa Timur menurun. Pada tahun 2012 tercatat 45,26 melambat terus hingga 43,79 pada tahun 2016. Angka di tahun 2016 mengartikan dari 100 penduduk produktif menanggung usia tidak produktif (usia muda dan usia tua) sebanyak 44 orang.

Dengan keberhasilan keluarga berencana di Jawa Timur, angka ketergantungan penduduk untuk beberapa tahun ke depan diperkirakan terus melambat.

Bentuk piramida penduduk Jawa Timur 2017 berbentuk gentong terbalik. Artinya penduduk dengan usia produktif dan usia muda lebih dominan dibanding penduduk usia tua. Stok penduduk produktif di Jawa Timur bisa dikatakan masih cukup.

BACA JUGA: Jumlah Pemeluk Agama di Jawa Timur Tahun 2016

Dengan keberhasilan program keluarga berencana, dengan rata-rata jumlah anak di bawah 3 anak per rumah tangga, dapat diperkirakan ke depan bentuk piramida, lambat laun mulut gentongnya akan mengecil. Untuk sepuluh tahun ke depan, stok penduduk produktif masih tercukupi.

Namun demikian, yang perlu diperhatikan  adalah  bonus  demografi  dari  sebaran penduduk dengan bentuk gentong terbalik. Penyediaan lapangan usaha untuk penduduk usia produktif harus dipertimbangkan oleh Pemerintah Daerah. Jangan sampai melimpahnya penduduk usia produktif tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

BACA JUGA: Kebutuhan Listrik di Jawa Timur

Program pendidikan dan kesehatan juga perlu diperhatikan secara intensif. Untuk membentuk generasi muda yang tangguh, cerdas dan berdaya saing, perlu sejak dini diperhatikan layanan kesehatan dan pendidikan.

Sementara untuk sebaran usia tua, jumlah penduduk tua wanita jauh lebih banyak dibanding penduduk laki-laki. Kondisi itu menunjukkan angka harapan hidup perempuan lebih panjang dibanding dengan laki-laki. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan tidak hanya difokuskan bagi perempuan yang usia produktif dan muda, tetapi perlu juga dipikirkan untuk pemberdayaan perempuan yang usia lanjut.(tmt)

SUMBER: BPS Jawa Timur

This website uses cookies.