PDRB Jawa Timur Alami Peningkatan

‘Titik balik kebangkitan ekonomi tampak dari pertumbuhan ekonomi 2016 yang lebih cepat dibanding tahun 2015 atau mencapai 5,55 persen. Diharapkan ekonomi dunia lebih stabil sehingga perekonomian Jawa Timur lebih menjanjikan dan tumbuh lebih cepat’

PRODUK Domestik Regional Bruto atau PDRB Jawa Timur selama tujuh tahun terakhir mengalami kenaikan. Menurut data BPS Jawa Timur, pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp. 990,65 trilyun, dan hampir mencapai dua kalinya pada tahun 2016 atau mencapai Rp. 1.855,04 trilyun.

Peningkatan nilai PDRB Jawa Timur selama kurun waktu itu menunjukkan bahwa perekonomian Jawa Timur bergerak cukup dinamis. Jika dilihat dari laju roda ekonominya, terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu 2013-2015.

BACA JUGA: Kebutuhan Listrik di Jawa Timur

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka di atas 6 persen selalu meningkat dalam kurun waktu 2010-2012, kemudian melambat hingga menyentuh angka 5,44 persen pada tahun 2015. Perlambatan ekonomi selama kurun waktu 2013-2015 lebih dikarenakan faktor eksternal dengan kondisi perekonomian dunia yang juga melambat.

Titik balik kebangkitan ekonomi tampak dari pertumbuhan ekonomi 2016 yang lebih cepat dibanding tahun 2015 atau mencapai 5,55 persen. Diharapkan ekonomi dunia lebih stabil sehingga perekonomian Jawa Timur lebih menjanjikan dan tumbuh lebih cepat.

BACA JUGA: Jumlah Pemeluk Agama di Jawa Timur Tahun 2016

Tiga sektor utama yang menopang perekonomi Jawa Timur yaitu industri pengolahan (29 persen), perdagangan besar dan eceran. Lalu reparasi mobil dan sepeda motor (18 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (13 persen).

Struktur ekonomi Jawa Timur saat ini sangat berbeda dengan kondisi 40 tahun yang lalu, pertanian sangat mendominasi dengan kontribusi sebesar 43 persen dan industri hanya sekitar 12 persen. Pertumbuhan pertanian yang lambat dan pertumbuhan industri yang cukup cepat menyebabkan pergeseran struktur ekonomi.(tmt)

This website uses cookies.