Posisi Dana Perbankan di Jawa Timur

‘Dilihat dari kategori bank, kontribusi terbesar dana perbankan Jawa Timur utamanya berasal dari bank swasta (48 persen) dan bank pemerintah (46 persen). Bank asing mempunyai peran sebesar 4,2 persen, sedangkan BPR mempunyai peran terkecil hanya sekitar 1,9 persen’

POSISI dana perbankan di Jawa Timur hingga Desember 2016 mencapai Rp. 458,065 trilyun, naik 7,6 persen dibanding posisi tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp. 425,833 trilyun. Posisi perbankan ini terus bertambah seiring semakin meningkatnya peran perbankan bagi perkembangan perekonomian suatu daerah.

Dana perbankan terbesar berasal dari tabungan yang mencapai Rp 186,309 trilyun pada tahun 2016 atau meningkat 11,4 persen dibanding posisi Desember 2015. Kontribusi tabungan mencapai 44 persen dalam pembentukan dana perbankan.

Kontribusi simpangan berjangka mendominasi kedua pembentukan dana perbankan atau sebesar 41 persen, mampu tumbuh di tahun 2016 sebesar 4,3 persen. Peran giro dalam dana perbankan Jawa Timur hanya sekitar 15,3 persen dan mampu tumbuh 5,9 persen disbanding tahun lalu.

BACA JUGAPengeluaran Perkapita Jawa Timur Melonjak

Dilihat dari kategori bank, kontribusi terbesar dana perbankan Jawa Timur utamanya berasal dari bank swasta (48 persen) dan bank pemerintah (46 persen). Bank asing mempunyai peran sebesar 4,2 persen, sedangkan BPR mempunyai peran terkecil hanya sekitar 1,9 persen.

Selama lima tahun terakhir, PDRB Perbankan mengalami peningkatan dari Rp. 30,52 trilyun (2012) menjadi Rp. 51,66 trilyun (2016). Dari sisi pertumbuhannya, perbankan sempat tumbuh di atas 10 persen pada kurun waktu 2012-2013.

BACA JUGAJumlah Pengangguran di Jawa Timur

Pada tahun 2014 pertumbuhan perbankan melambat tetapi masih di atas 6 persen. Demikian juga pada dua tahun terakhir kembali menggeliat di sekitar angka 7 persen.

Posisi pinjaman menurut lapangan usaha, terbesar diserap sektor industri sebesar Rp. 136,73 trilyun (28,8 persen), diikuti bukan lapangan usaha sebesar Rp.130,31 trilyun (27,4 persen) dan perdagangan, restoran dan hotel sebesar 123,54 trilyun (26 persen).

Posisi pinjaman terkecil tercatat di sektor listrik, gas dan air bersih sebesar Rp. 5,74 trilyun (1,2 persen), diikuti pertambangan sebesar Rp. 6,49 trilyun (1,4 persen).

Loading...

BACA JUGAKebutuhan Listrik di Jawa Timur

Tingginya posisi pinjaman pada sektor industry dan sektor perdagangan, restoran dan hotel selaras dengan kontribusi kedua sektor tersebut dalam PDRB yang juga cukup besar. Investasi proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2016 yang disetujui Pemerintah Jawa Timur tercatat sebesar Rp 46,33 milyar.

Proyek PMDN pada tahun 2016 naik sebesar 9,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Berbeda dengan kondisi PMDN, proyek PMA tahun 2016 justru mengalami penurunan. Nilai proyek PMA 2016 tercatat sebesar 1,94 milyar US $ atau turun sebesar 82,11 persen dibanding tahun 2015.(tmt)

Sumber: BPS Jawa Timur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*