Perkembangan Industri Pengolahan DKI Jakarta

‘Hal ini mengindikasikan bahwa industri pengolahan merupakan sektor perekonomian yang signifikan. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan kemajuan dalam sektor tersebut’

PERKEMBANGAN industri pengolahan DKI Jakarta menunjukkan grafik positif. Bagaimana tidak, andil sektor Industri pengolahan dalam perekonomian DKI Jakarta pada triwulan 2-2017 mencapai 13,56 persen. Industri pengolahan menempati urutan kedua dalam perekonomian di ibu kota setelah sektor perdagangan.

Kontribusi sektor tersebut berfluktuasi dan tahun ke tahun. Berkembangnya daerah-daerah satelit Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Kerawang mengakibatkan Jakarta tidak lagi menjadi sentra industri.

BACA JUGA: Ekspor DKI Jakarta, Singapura Tujuan Terbesar

Wilayah yang Iebih luas serta ketersediaan tenaga kerja yang Iebih banyak dan murah menjadikan kawasan penyangga tersebut menjadi sentra kawasan industri.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Diketahui bahwa nilai UMP DKI Jakarta terus mengalami peningkatan sehingga banyak pengusaha yang memindahkan lokasi pabriknya ke daerah satelit tersebut.

Industri manufaktur terbagi menjadi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) dan industri manufaktur mikro dan kecil (IMK). IBS dan IMK Jakarta selalu tumbuh di atas angka nasional. Tercatat pada Tw.2-201 7 lBS sebesar 11,29 (lebih tinggi 7,29 poin dan lBS nasional) dan IMK sebesar 18,48 (lebih tinggi 15,98 poin dan IMK nasional).

BACA JUGA: Jumlah Wisatawan Mancanegara di DKI Jakarta

Hal ini mengindikasikan bahwa industri pengolahan merupakan sektor perekonomian yang signifikan. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan kemajuan dalam sektor tersebut.

Dalam sektor IMK, industri dengan nilai produksi tertinggi pada triwulan 2-2017 antara lain industri kayu, barang dan kayu, barang dan kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur), dan barang anyaman dan bambu rotan dan sejenisnya sebesar 61,58 persen.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Industri furnitur sebesar 5 1,74 persen. Industri peralatan listrik sebesar 35,95 persen. Serta industri kulit, barang dan kulit dan alas kaki sebesar 27,94 persen.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk DKI Jakarta Tahun 2017

Kemenperin sebagai lembaga pemerintah yang membina IMK telah meluncurkan suatu program yaitu e-smart sebagai sistem database yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk. Program ini mengusung 9 komoditas unggulan yang akan dikembangkan di marketplace yaitu kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furniture, herbal dan produk logam.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

This website uses cookies.