Perkembangan Sektor Konstruksi DKI Jakarta

Penambahan dan percepatan pembangunan infrastruktur di ibu kota berhasil diperoleh pendapatan bruto perusahaan konstruksi mencapai 196 triliun rupiah. Sejalan dengan hal tersebut, seluruh komponen biaya-biaya (biaya antara) yang dikeluarkan juga meningkat dibandingkan, tahun sebelumnya’

SEKTOR konstruksi menempati urutan ketiga kontributor terbesar perekonomian DKI Jakarta sehingga menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang kegiatan ekonomi. Lantas bagaimana perkembangan sektor konstruksi DKI Jakarta berdasarkan data?

Maraknya pembangunan infrastruktur dengan skala besar yang tidak hanya dilakukan oleh pemermntah daerah tetapi juga yang dilakukan oleh pemerintah pusat adalah alasan sektor konstruksi terus mengalami peningkatan.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Pembangunan seperti MRT, LRT, jalan toll, sodetan kali, bypass-underpass, dll mengakibatkan pengeluaran dan pendapatan konstruksi meningkat.

Pada tahun 2015, nilal konstruksi yang diselesaikan meningkat 11,88 persen atau sebesar 162,7 triliun rupiah. Di mana sebesar 42,56 persennya merupakan jenis bangunan sipil (building and civil engineering).

Penambahan dan percepatan pembangunan infrastruktur di ibu kota berhasil diperoleh pendapatan bruto perusahaan konstruksi mencapai 196 triliun rupiah. Sejalan dengan hal tersebut, seluruh komponen biaya-biaya (biaya antara) yang dikeluarkan juga meningkat dibandingkan, tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Perkembangan Sektor Kesehatan DKI Jakarta

Biaya yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan konstruksi mencapai 102 triliun rupiah. Ini artinya nilai pendapatan bruto mencapal 1,9 kali lipat nilai pengeluarannya.

Pertumbuhan konstruksi yang terjadi juga berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja. Pada tahun 2015, sektor ini berhasil menyerap tenaga kerja lepas di bidang konstruksi sebanyak 288 juta orang, meningkat dibandingkan tahun lalu (sekitar 267 juta orang).

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Sementara bidang pekerjaan konstruksi terbanyak adalah pekerja bidang konstruksi bangunan sipil sebanyak 127 juta orang. Sementara untuk tenaga kerja tetap di perusahaan konstruksi, sektor ini lebih banyak menyerap tenaga kerja dengan pendidikan yang cukup tinggi.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk Miskin DKI Jakarta Tahun 2017

Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya tenaga kerja tetap dengan pendidmkan SLTA mencapai 43,64 persen dan yang berhasil mengenyam pendidikan perguruan tinggi mencapai 49,87 persen. Hal ini mengindikasikan tenaga kerja di bidang konstruksi membutuhkan keahlian dan keprofesionalan.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

This website uses cookies.