Kondisi Perumahan DKI Jakarta Tahun 2016

RUMAH SUSUN DKI JAKARTA
SUMBER: BPS DKI JAKARTA

‘Hampir seluruh rumah di Jakarta memiliki lantai selain tanah. Rumah tangga yang mengonsumsi air minum leding/kemasan dan penerangan listrik selalu mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir’

KONDISI perumahan DKI Jakarta menunjukkan angka yang cukup baik. Pada tahun 2016, tercatat sebanyak 9977 persen rumah menggunakan jenis lantai selain tanah (granit, keramik, vinil, tegel, kayu, semen). Ini mengalami penurunan 0,09 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, tercatat sebanyak 95,76 persen rumah dengan dinding tembok dan sebanyak 41,20 persen rumah dengan atap genteng. Hal ini mengindikasikan semakin baiknya kondisi perumahan di Jakarta sebagai hunian yang layak.

BACA JUGAKontribusi Sektor Pertanian dan Perikanan di DKI Jakarta

Semakin sadarnya masyarakat terhadap fasilitas perumahan juga terlihat dan terus meningkatnya rumah yang memiliki fasilitas jamban milik sendiri. Hampir seluruh rumah tangga di Jakarta menggunakan fasilitas penerangan listrik di rumahnya yaitu mencapai 99,90 persen.

perumahan dki jakarta
SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Angka ini menunjukkan bahwa seluruh daerah di DKI Jakarta sudah memiliki keterjangkauan listrik dan pemerintah. Buruknya kondisi maupun kualitas air tanah di Jakarta membuat semakin banyaknya rumah tangga yang mengonsumsi air leding (meteran maupun eceran), air isi ulang, maupun air kemasan bermerek sebagai sumber air minum.

BACA JUGAPengeluaran Penduduk dan Ketimpangan di DKI Jakarta

Tercatat sebanyak 85,21 persen konsumen air leding/kemasan pada tahun 2016. Salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menyediakan tempat tinggal layak huni bagi warga ibukota adalah dengan pembangunan rumah susun (rusun) khususnya kepada warga yang tinggal di permukiman kumuh dan sekitar bantaran sungai/waduk yang menjadi daerah rawan banjir.

RUMAH SUSUN DKI JAKARTA
SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Menurut data dari dinas terkait, Rumah Susun Sederhana (rusun) di DKI Jakarta tersebar di 5 Kotamadya di DKI Jakarta dengan jumlah lokasi mencapai 49 titik lokasi. Secara total, rusunp-rusun tersebut terbentang pada hamparan seluas 147 hektar lebih yang terdiri dan 304 blok dengan jumlah unit mencapai hampr 27 ribu unit.

BACA JUGAKajian Pengangguran di DKI Jakarta

Ketersediaan rusun tersebut diharapkan mampu membuat kehidupan masyarakat Jakarta yang lebih layak dengan fasilitas yang jauh lebih baik dibanding tinggal di area kumuh.

SUMBER: BPS DKI JAKARTA

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*