Sistem Bagi Hasil GO-FOOD, Apa Bisa Turun 20 Persen?

GO-FOOD BERDAMPAK SOSIAL
BERDAMPAK SOSIAL: Banyak merchant atau rumah makan telah meraih untung besar dengan menjadi mitra GO-FOOD.
Banyak merchant atau rumah makan telah meraih untung besar dengan menjadi mitra GO-FOOD. Semakin tinggi omzet merchant, tentu membawa kebanggaan bagi GO-JEK yang telah membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Merchant juga turut berkontribusi membesarkan aplikasi karya anak dalam negeri lewat sistem bagi hasil GO-FOOD.
GO-FOOD BERDAMPAK SOSIAL
BERDAMPAK SOSIAL: Banyak merchant atau rumah makan telah meraih untung besar dengan menjadi mitra GO-FOOD.

Seperti diketahui, GO-FOOD menerapkan sistem bagi hasil dengan mitra GO-FOOD sebesar 20 persen. Misalnya harga makanan di aplikasi GO-FOOD Rp.10.000 akan diterima bersih merchant menjadi Rp.8.000.

Dengan sistem sharing profit ini, banyak rumah makan tetap bisa meraup untung besar. Sekalipun begitu, tidak sedikit juga yang banyak pertimbangan, ragu, bahkan menjadi enggan mendaftar GO-FOOD karena mendengar tentang adanya sistem bagi hasil ini.

GO-JEK sendiri pada awal menjalankan bisnis GO-FOOD, memang tidak langsung mewajibkan semua merchant untuk harus bagi hasil. Masih cukup banyak merchant yang berjualan melalui GO-FOOD saat ini, rupanya belum berbagi hasil dengan GO-FOOD. Ini karena kebijakan awal yang memang belum mengharuskan mereka.

BACA JUGA: Panduan Tips Sukses GO-FOOD, Untung Puluhan Ratusan Juta

Seiring waktu, penghasilan merchant tanpa sharing profit terus meningkat dengan berjualan di GO-FOOD. Sayangnya ketika sales GO-FOOD meminta untuk mulai berbagi hasil, mereka enggan dan menolak. Banyak yang hanya ingin untung sendiri, padahal GO-FOOD telah membesarkan usaha mereka.

Merchant yang enggan berbagi hasil walaupun sudah meraup untung dengan GO-FOOD mungkin masih bisa bernafas lega saat ini. Tapi tentu sebuah kerja sama bisnis yang hanya menguntungkan salah satu pihak, rasanya tidak akan bertahan lama.

Go-Jek sebagai pemilik aplikasi, tentu sewaktu-waktu bisa menerapkan kebijakan yang bisa membuat tingkat pesanan di rumah makan yang enggan bagi hasil bisa menurun. Misalnya rumah makan tanpa comission fee menjadi jarang muncul dalam hasil pencarian konsumen dalam aplikasi. Atau paling parah ditutup.

Nah Kenapa Harus Ada Bagi Hasil?

Pertama, prinsip bisnis kerja sama adalah bisnis yang harus menguntungkan kedua belah pihak atau lebih. Biasa disebut dengan symbiosis mutualisme. Jika hanya menguntungkan salah satu pihak, tentu itu bukanlah kerja sama yang professional dan tidak akan bertahan lama.

GO-FOOD SALING MENGUNTUNGKAN
SALING MENGUNTUNGKAN: Prinsip bisnis kerja sama adalah bisnis yang harus menguntungkan kedua belah pihak atau lebih.

Banyak yang menganggap GO-FOOD hanya sekadar aplikasi. Tapi sebenarnya apa yang ditawarkan adalah sama ketika Anda membuka rumah makan di mall yang tentu ada biayanya bahkan bisa lebih tinggi dengan bagi hasil yang diterapkan GO-FOOD.

Di mall Anda menjual makanan dan mendapatkan konsumen. Nah dari GO-FOOD pula Anda mendapatkan konsumen yang bisa menjangkau lebih banyak orang.

BACA JUGA: Kisah Sukses GO-FOOD, Merchant Banjir Orderan

Sesuatu yang dapat mendatangkan keuntungan bagi Anda, tentu saja layak dihargai bahkan dirawat. Aplikasi GO-FOOD GO-JEK apabila mendatangkan keuntungan lebih besar bagi Anda ketimbang rumah makan Anda di mall, maka Anda sebenarnya pantas menghargai itu. Bahkan harganya lebih mahal ketimbang biawa sewa rumah makan Anda di mall bukan?

Kedua, GO-JEK membayar driver yang menjemput makanan dan mengantarkannya kepada konsumen. Jadi bukan hanya konsumen yang membayar ongkos antar makanan kepada driver. Tetapi juga Go-Jek memberi poin untuk setiap order yang akan dihargai dengan uang. Bahkan poin untuk setiap order GO-FOOD lebih tinggi dari order GO-RIDE loh.

Oleh karena itu, cukup mengherankan apabila mercant enggan berbagi hasil padahal GO-JEK membayar driver buat menjemput makanan di rumah makan dan mengantarkannya ke konsumen.

Ketiga, ketika Anda berkontribusi ke GO-FOOD dalam bentuk bagi hasil, tentu saja GO-FOOD juga akan memberikan keistimewaan dengan berbagai keuntungan bagi rumah makan Anda.

Keuntungan itu berupa tampilnya rumah makan Anda di posisi teratas dalam hasil pencarian makanan oleh konsumen.

Sementara merchant yang belum bagi hasil dengan GO-FOOD akan tenggelam di posisi bawah dalam hasil pencarian. Tentu ini membantu meningkatkan jumlah orderan rumah makan yang sudah ada sharing profit dengan GO-FOOD.

Selain itu, Anda juga akan mendapat aplikasi khusus pemilik rumah makan yaitu GO-RESTO atau Namanya sudah berubah GO-BIZ saat ini. Aplikasi ini akan membantu perkembangan rumah makan Anda. Anda akan memiliki kendali penuh mengelola rumah makan Anda.

BACA JUGA: Cara Daftar GO-FOOD dan Panduan Sukses Berjualan

Misalnya Anda bisa membuka dan tutup sendiri rumah makan di aplikasi GO-FOOD. Mereka yang belum bagi hasil dengan GO-FOOD tidak bisa menutup atau membuka sendiri rumah makan mereka.

Akibatnya, ketika rumah makan open di aplikasi padahal sebenarnya sudah ditutup, maka konsumen yang sudah memesan akan kecewa dan tak akan menjadi pelanggan Anda.

Selain itu, ada banyak juga keunggulan aplikasi GORESTO atau GOBIZ lainnya. Selengkapnya Anda bisa baca di sini.

BACA JUGA: Manfaat Aplikasi GO-RESTO GO-BIZ untuk Merchant GO-FOOD

Apakah Bagi Hasil GO-FOOD Bisa Turun 20 Persen?

Sistem bagi hasil apakah bisa turun dari angka 20 persen, ini belum diketahui secara pasti. Tapi dari informasi yang didapatkan, Anda tidak bisa mengajukan penawaran apabila rumah makan Anda baru akan didaftarkan.

Akan tetapi, untuk rumah makan yang boleh dikata sudah lama mendaftar di GO-FOOD dan tingkat orderannya tinggi, informasinya bisa menawarkan untuk sharing profit di bawah 20 persen. Hal ini lebij jelasnya, harus Anda tanyakan langsung dengan sales GO-FOOD.

Apakah Harus Menaikkan Harga Makanan?

Konsekuensi sistem bagi hasil 20 persen, mengharuskan Anda menata harga makanan yang Anda jual lewat GO-FOOD. Ini agar supaya Anda tidak rugi. Walaupun begitu, Anda harus menghitung dengan baik berapa harga yang perlu Anda naikkan jangan sampai terlalu mahal dan pembeli malah kabur.

Apabila Anda merasa untung sudah lumayan walaupun tidak menaikkan harga, maka itu baik supaya Anda bisa bersaing dan menggaet lebih banyak pembeli. Sebab harga makanan Anda selain enak harganya lebih murah dibandingkan rumah makan lain.

Tetapi apabila Anda merasa harus menaikkan harga, hitunglah baik-baik berapa yang harus dinaikkan jangan sampai sudah jauh melebihi kompetitor Anda di sekitar.

Demikianlah artikel tentang sistem bagi hasil GO-FOOD. Semoga bermanfaat untuk perkembangan usaha Anda.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*